Profil Singkat Universitas Tanjungpura Pontianak

Gedung Rektorat Universitas Tanjungpura Pontianak

Siapa si yang tidak kenal dengan universitas satu ini? Apalagi bagi kalian yang tinggal di Pontianak maupun Kalimantan Barat. Universitas tanjungpura sendiri merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang berada di Pontianak Kalimantan Barat, berlokasi di Jalan Prof.Dr.H.Hadari Nawawi / Jendral Ahmad Yani dan dapat dengan mudah dikenali karena berada dekat dengan Tugu Digulis.

Bagi warga Kalimantan Barat, kampus ini merupakan kampus favorit bagi pemuda-pemudi yang berasal dari kota Pontianak sendiri maupun daerah-daerah yang berada di Kalimantan Barat untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

UNTAN sendiri memiliki 9 fakultas, yang terdiri dari 96 Program Studi, 6 program Diploma, 63 program Sarjana, 24 program Pascasarjana serta beberapa program keprofesian dan terdapat juga kelas internasional. Terhitung jumlah mahasiswa aktif  UNTAN sebanyak 31720 mahasiswa yang tersebar di 9 fakultas.

UNTAN berdiri pada tahun 1959 dengan nama Universitas Daya Nasional yang berada dibawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Daya Nasional sebagai universitas swasta. Pada tahun 1963, Status Perguruan Tinggi Swasta Universitas Daya Nasional berubah menjadi Perguruan Tinggi Negeri berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 53 Tahun 1963 dan merubah nama Universita Daya Nasional menjadi Universita Negeri Pontianak.

Karena situasi politik Indonesia pada tahun 1965, nama Universitas Negeri Pontianak berubah menjadi Universitas Dwikora berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 278 Tahun 1965. Pada tahun 1967 barulah nama universitas ini berubah menjadi Universitas Tanjungpura berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI nomor 1967. Nama Tanjungpura sendiri diambil dari nama Kerajaan Tanjungpura yang merupakan kerajaan tertua yang pernah berdiri di Kalimantan Barat pada abad ke-8.

Bersama UNTAN Membangun Negeri
Rumah Sakit Universitas Tanjungpura (Image: Dok. Pribadi)

Universitas Tanjungpura telah memiliki 9 Fakultas, diantaranya Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Kehutanan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan Fakultas Kedokteran.

Terdapat 3 jalur masuk yang dapat dilalui calon mahasiswa jika ingin berkuliah di Universitas Tanjugpura. Pertama adalah melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau disebut juga SNMPTN. SNMPTN sendiri merupakan jalur masuk yang lebih dikenal sebagai jalur undangan. Calon mahasiswa diterima atau tidaknya berdasarkan prestasi akademik yang telah dicapai oleh calon mahasiswa saat masih duduk dibangku SMA/SMK/MA sederajat.

Pada tahun 2017 UNTAN menyerap  sekitar 1350 calon mahasiswa dari jalur ini. Jalur kedua yaitu jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negei atau SBMPTN. SBMPTN merupakan jalur masuk perguruan tinggi negeri melalui seleksi ujian tulis serta ujian keterampilan yang dibagi menjadi 2 bidang studi, yaitu bidang sains dan teknologi (saintek) dan bidang sosial dan humaniora (soshum). Kemudian Jalur ketiga yaitu jalur mandiri yang merupakan seleksi mandiri melalui ujian tulis yang diadakan oleh UNTAN. UNTAN menyerap calon mahasiswa baru dari jalur mandiri sekitar 20% pada setiap program studi.

Untuk biaya kuliah, UNTAN menerapkan sistem UKT atau uang kuliah tunggal yang terbagai menjadi 5 kelompok UKT, yang paling kecil adalah kelompok UKT I yaitu sebesar Rp. 500,000 dan kelompok UKT II s/d UKT V bervariasi tergantung program studi yang diambil. Besar pengelompokan UKT sendiri berdasarkan besar penghasilan orang tua atau wali yang dibuktikan dengan dokumen-dokumen resmi pendukung.

Selain berdasarkan UKT, UNTAN juga menerima mahasiswa melalui beasiswa BIDIKMISI yang ditujukan bagi calon mahasiswa/mahasiswa yang perekonomian orangtuanya dibawah rata-rata/ kurang mampu dan dibuktikan dengan dokumen pendukung.

Dalam menjalankan aktifitas akademiknya, UNTAN telah memiliki berbagai fasilitas penunjang bagi mahasiswanya, diantaranya ruang kelas, sistem administrai dan website resmi UNTAN, laboratorium ditiap fakultas, sarana olahraga, foodcourt, beberapa ATM dan bank untuk mempermudah akses administrasi bagi mahasiswa, auditorium UNTAN, asrama bagi mahasiswa, lembaga penelitian, lembaga pengabdian masyarakat (LPMM), dan perpustakaan serta berbagai kegiatan non-akademik seperti BEM, UKM, dan pelatihan kepemimpinan lainnya.  Saat ini UNTAN memiliki sekitar 2059 staff, serta telah menghasilkan 197 penelitian dari berbagai disiplin ilmu.

Kini UNTAN telah menghasilkan sekitar 58061 lulusan diberbagai displin ilmu. Berdasarkan VISI UNTAN yaitu pada tahun 2020 Untan menjadi institusi preservasi dan pusat informasi ilmiah Kalimantan Barat serta menghasilkan luaran yang bermoral Pancasila dan mampu berkompetisi baik di tingkat daerah, nasional, regional, maupun internasional serta MISI UNTAN yaitu menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara bermutu sehingga dapat menghasilkan luaran yang mampu mengikuti, mengembangkan dan memajukan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta mampu memberikan arah bagi pengembangan sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing.

Saat ini UNTAN berakreditasi B berdasrkan Surat Keputusan 969/SK/BAN-PT/Akred/PT/VIII/2015 yang dikeluakan oleh BAN-PT. Diharapkan Universitas Tanjugpura sebagai tonggak pendidikan tinggi yang dapat mengembangkan dan mempersiapkan SDM unggul berkualitas yang mampu bersaing serta membangun daerahnya, khususnya di Kalimantan Barat, baik nasional maupun internasional. (DW)

Pontianak Kota Terakhir Penyelenggaraan Coke Kicks 2016

Setelah sebelumnya sukses menggelar Coke Kicks 2016 di sembilan kota, yaitu: Palembang, Batam, Pekanbaru, Cirebon, Bogor, Bali, Sleman, Ambon, dan Banyuwangi, Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) akhirnya memilih Pontianak sebagai kota ke-10 atau kota terakhir penyelenggaraan tahun ini. Alhamdulillah pada kali ini, Blogger Borneo mendapat kesempatan untuk hadir dan meliput langsung kegiatan ini.

Bersama dengan beberapa orang kawan-kawan dari Komunitas Blogger Pontianak (KBP), Blogger Borneo tiba di lokasi penyelenggaraan Stadion Keboen Sajoek yang terletak di Jalan A.R. Hakim Pontianak. Stadion Keboen Sajoek juga dikenal dengan sebutan PSP oleh warga Pontianak. Stadion ini merupakan stadion kandang Persatuan Sepak Bola Pontianak (PERSIPON). Kawasan ini juga memiliki nilai sejarah karena merupakan tempat Bendera Sang Merah Putih secara resmi dikibarkan untuk pertama kali di Pontianak, yaitu pada tanggal 23 Oktober 1945.

Sesi Foto Bersama Coke Kicks 2016 Pontianak
Sesi Foto Bersama Coke Kicks 2016 Pontianak

Menurut Kristy Nelwan yang pada saat ini menjabat sebagai Head of Corporate Communications Coca Cola Amatil Indonesia, keterkaitan erat kesejahteraan para stakeholder termasuk masyarakat di mana perusahaan beroperasi merupakan salah satu faktor penting sebuah bisnis bisa terus berjalan dan berkelanjutan. Oleh karena itu, sejak tahun 2010 CCAI selalu menyelenggarakan secara rutin sebuah program yang diberi nama Coke Kicks bekerjasama dengan Asian Soccer Academy (ASA).

Setiap tahunnya, Coke Kicks melatih secara profesional anak-anak yang berbakat dalam bermain sepak bola. Di tahun ke-6 penyelenggaraannya, Coke Kicks telah melatih sekitar 13.650 anak di 527 titik pelatihan di seluruh Indonesia. Khusus di kota Pontianak sendiri, Coke Kicks 2016 diselenggarakan selama 2 hari mulai dari Sabtu-Minggu, 12-13 November 2016. Coke Kicks Pontianak diikuti oleh delapan tim, terdiri dari anak-anak berusia 12-17 tahun yang berasal dari masyarakat sekitar. Selain diisi dengan kegiatan Pelatihan Dasar Sepak Bola, Coke Kicks juga menggelar mini competition untuk menyeleksi pemain terabit dan pencetak gol terbanyak.

Lee Hawkins Sedang Memberikan Pengarahan Coke Kicks 2016 Pontianak
Lee Hawkins Sedang Memberikan Pengarahan Coke Kicks 2016 Pontianak

Ditemui di sela-sela waktunya, Lee Hawkins, Technical Advisor ASA, menjelaskan bahwa sepak bola termasuk dalam jenis olahraga yang cukup tepat karena dalam aktivitasnya para peserta juga dapat belajar berunding dan kompromi serta kooperatif dengan rekan se-timnya. Lee menambahkan, dalam memilih lokasi penyelenggaraan Coke Kicks selalu memprioritaskan kota yang kurang terjangkau dengan program-program pengembangan keterampilan (skill) seperti ini. Tidak hanya bermanfaat bagi para peserta anak didiknya, selama dua hari penyelenggaraan, Coke Kicks 2016 juga memberikan pelatihan khusus berupa Train on Trainer (ToT) keypads para coach lokal yang turut mendampingi.

Pada saat bersamaan, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Pontianak, Bapak Syarif Saleh, juga tidak lupa menyampaikan apresiasi positif atas inisiatif CCAI dan ASA dalam proses pengembangan bakat generasi muda, khususnya di Negeri Khatulistiwa. Menurutnya, sebagai olahraga yang memiliki jumlah peminat cukup banyak, pelatihan sepak bola dasar kepada bibit-bibit muda sangat penting untuk dilakukan secara menyeluruh.

Foto Bersama Komunitas Blogger Pontianak dan Pihak Penyelenggara Coke Kicks 2016 Pontianak
Foto Bersama Komunitas Blogger Pontianak dan Pihak Penyelenggara Coke Kicks 2016 Pontianak

“Terima kasih kepada Coca Cola Amatil Indonesia yang telah memfasilitasi generasi muda Pontianak dengan Coke Kicks. Besar harapan kami, dari program ini akan melahirkan bakat-bakat muda yang dapat mlengharumkan nama Pontianak di ajang kompetisi olahraga sepak bola tingkat nasional.” demikian ujarnya.

Selain dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Pontianak, turut hadir juga Kepala Bidang Olah Raga, Ibu Dwi Endah Meinarti. Disini Beliau turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Coke Kicks 2016 di Kota Pontianak. Secara kebetulan, pada akhir bulan ini akan diselenggarakan pertandingan sepak bola U15. Jadi bisa dianggap kegiatan ini akan menjadi sesi pemanasan sebelum pertandingan tersebut dilaksanakan.

Penyerahan Simbolis Donasi Tempat Sampah Coke Kicks 2016 Pontianak
Penyerahan Simbolis Donasi Tempat Sampah Coke Kicks 2016 Pontianak

Tidak lupa, pada kesempatan ini pihak CCAI juga menyerahkan secara simbolis donasi tempat sampah yang akan didistribusikan ke sekolah-sekolah setempat, serta aksi pelestarian Orang Utan melalui program #SAVEDODO yang merupakan hasil kerja bareng antara CCAI dengan BOS Foundation dan Quick Silver. Hanya sebagai info tambahan, pada bulan April 2016 lalu, CCAI mendapat penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dari Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis, MH., berkat implementasi keselamatan dan kesehatan kerja yang sang at back di lingkungan kerja CCAI Kalimantan Barat. (DW)

DOKUMENTASI VIDEO